Selasa, 13 Maret 2012

INI ADALAH FIKSI DAN REKAYASA, JIKA ADA KESAMAAN NAMA TEMPAT KEJADIAN, HARAP MAKLUM

rindu, kangen. kata" itu yg akhir-akhir ini ada di otak gw. gw sendiri gak ngerti apa yg gw fikirin, mencoba mencintai cewek orang. dan mengacuhkan cewek gw sendiri, mungkin kalo ada pangkatnya gw adalah cowok bajingan dengan pangkat dewa kali (*emangnya Point blank).
tapi gw jujur, sebelum gw ketemu cewek gw, gw udah suka sama cewek yg udah punya cowok itu. dalam artian cowoknya lah yg ngerebut dia dari gw (*jangan di tiru kawan, ini adalah pemikiran yg picik). sungguh miris ketika mereka udah resmi berpacaran mulut gw mulai mengucapkan pengakuan kalo gw sayang sama dia (*ini baru namanya penyesalan datang belakangan). walaupun gw sama dia masih berhubungan baik, dan sama" tau soal perasaan masing-masing. gw tetep agak gak nyaman sama hubungan yg gak jelas ini. di samaping gw ngerasa gw mendoktrin dia untuk membuat alasan palsu untuk mengelabui cowoknya (*ya, gw tau itu kejam). gw hampir menyerah karena gw gak sanggup untuk berjuang sendirian. dan gw mencoba meminta dia untuk tetap berjuang bersama gw. 
terakhir kita ketemu pada sabtu tanggal 03 januari 2011 pukul 11.30 wib. di stasiun pasar minggu. ya hanya sekedar menginstal otak gw yg hampir semua file di otak gw corupt. dan hari itu sungguh hari yg paling berkesan dalam hidup gw, semua hal yg belum pernah gw tau tentang jakarta, tapi gw jadi tau karena dia. di tambah seakan sang semesta mendukung pertemuan itu, dan itu pertemuan gw yg terakhir sama dia, bahkan sampe saat ini dia gak ada kabar ke gw. rasanya pengen gw nulis kalimat "kangen" di atas permukaan batu bata. dan gw lempar ke mukanya, biar dia merasakan betapa sakitnya gw kalo lagi kangen sama dia.


I hope you knew and to understand me

Semua Manusia Berjiwa Musik (Apa itu musisi ?)

Tuesday, 04 August 2009

Banyak pertanyaan datang ke mail saya dan menanyakan hal yang sama tentang jiwa musik, ada pula yang bertanya yang bagaimanakah jiwa musik itu. Ini tidak ditujukan untuk GRUNGE saja karena ada komunitas luar GRUNGE yang mencoba bermain dengan saya. Ok. Mudah-mudahan jawaban saya ini bisa membantu...



Musik…coba kita pikirkan apa itu musik. Dalam sejarah peradaban musik belum pernah ada yang bisa mengartikan musik secara jelas hanya dari kata-kata saja. Musik hanya akan bisa dipahami keberadaannya jika kita memasuki dunia musik itu sendiri. Ada yang melarutkan diri dalam lagu saja. Ada yang mencoba belajar lewat konsep dan alat-alat musik saja. Ada juga yang mengalami kedua-duanya, disamping menikmati juga menjadikannya proses pembelajaran.



Kita selalu mengaitkan musik dengan musisi dan penikmat. Atau ada musisi..ya ada penikmat. Sebenarnya arti kata musisi telah menjadi salah persepsi. Di era sekarang banyak individu yang menyatakan dirinya musisi hanya karena punya grup band, tau banyak lagu, bangga bisa meniru band dambaannya, bahkan ada yang beranggapan kalau ingin berjiwa musik haruslah kursus dan sekolah musik. Apakah tindakan tersebut benar? Apakah hanya dengan memiliki sebuah grup band bisa dikatakan sebagai musisi? Apakah dengan mengenal banyak lagu dan mengetahui semua jenis musik bisa menjamin seseorang berjiwa musik?



Jiwa musik sebetulnya tidak harus dicari karena seluruh individu diberikan anugerah berupa potensi berbahasa musikal. Setiap diri kita sejak lahir diberi kesempatan untuk berbahasa secara musikal. Itulah sebabnya bayi manapun bisa diajak menari, menyanyi serta mencoba mengikuti ritme atau ketukan. Coba kita pikirkan, bayi itu kan suci.



Tidak perlu sekolah musik untuk membuat seorang bayi menari. Tidak perlu belajar not balok untuk merasakan kesenangan berbahasa musikal. Hanya saja dunianya yang berbeda. Dunia remaja dan dewasa adalah dunianya kita belajar bersosialisasi dengan dunia luar yang berwarna-warni. Dimana dunia ini bukan milik musik saja.

Kita akan belajar memahami keindahan dan kepuasan jiwa kita tidak hanya didapatkan dari musik saja.



Lalu apa dong arti musisi? Apakah dengan penjelasan diatas mengartikan bahwa kita semua adalah musisi? Musisi itu ditujukan bagi individu yang berjiwa musik luar biasa. Karena jiwa musiknya istimewa bahkan terlalu istimewa sehingga menciptakan karakter dalam dirinya yang tidak memungkinkan bagi dirinya untuk berkecimpung dalam bidang lain selain musik, itulah musisi.



Musisi tidak sebatas dimiliki orang kaya. Tidak harus jebolan sekolah musik. Tidak harus menjadi terkenal. Tidak harus menjadi legenda. Coba pejamkan mata…kalau tanpa harus mengheningkan cipta segala tapi ada suara-suara musik, apapun bebunyian musiknya, itulah jiwa musik. Musisi yang sebenarnya adalah individu yang ketika berjalan, tidur, mimpi, mandi, bekerja, dimanapun dia berada, apapun yang dia lakukan selalu ditemani dengan nada-nada.



Setiap detiknya adalah nada meskipun tak ada alat musik untuk memvisualisasikannya karena setiap jejaknya adalah nada. Sayangnya, zaman sekarang yang nota bene mengharuskan kita bekerja, mencari uang, berumahtangga dan tuntutan hidup lainnya membuat jiwa musik kita terpinggirkan. Kita memang telah menjadi dewasa, tetapi kesucian ketika kita bayi itu masih ada. Sama saja ketika kita semua beranjak tidur dan menanti mimpi yang indah.


ATRTIKEL BY: TOTALFEEDBACK.COM

Gelap adalah teman setia dari waktu-waktu yg hilang

pagi ini begitu cerah, sepi. Damai dan tentram, tapi aku selalu sendiri. Ketika malam datang, hanya gelap dan sunyi yg menemani ku. Entah kenapa pagi ini, matahari enggan menyinari hariku. Mungkin matahari bosan dengan sikap ku yg selalu gelap, walaupun ia terus menyinari hariku. Ku ingin bangkit, tapi tak bisa, terlalu berat beban yg mengendap di kepala ku.

Pentingnya rasa kebersamaan

Written by red 
Tuesday, 04 August 2009
Setiap interaksi masing-masing individu merupakan bagian dari dinamika pembelajaran secara terus menerus. Kita adalah individu yang berkecimpung dalam suatu genre musik, dalam hal tersebut berlaku suatu keinteraksian antara genre musik kita dengan genre musik yang lain dimana dalam keinteraksian itu tidak akan pernah lepas dari warna-warni di baliknya. Hal itu lumrah saja, karena tiap-tiap dasar jenis musik masing-masing memiliki karakter dan porsi tersendiri...



Maka sudah menjadi kepastian jika interaksi yang berlangsung antara GRUNGE dengan Metal, GRUNGE dengan Punk, GRUNGE dengan Blues, Jazz, Ska, Pop dan lain-lain memiliki dinamika yang unik dan berbeda. Namun sebelum kita menggabungkan diri untuk berinteraksi dengan masyarakat luar, kita harus mengenali terlebih dahulu lingkungan kita sendiri, kita harus bisa memahami dulu apa yang tengah terjadi dalam komunitas kita. Semua itu untuk menciptakan kebersamaan.



Rasa kebersamaan itu penting. Rasa kebersamaan adalah sakti. Sebagian dari kita ada yang menerjemahkannya sebagai sesuatu yang ideal, berisi kewajiban saling membantu, saling merasakan, dan saling menghargai. Namun, sebagian yang lain mengartikannya sebagai model hubungan yang hanya ada sepanjang dibutuhkan. Sialnya, justru model terakhirlah yang belakangan banyak terdengar di komunitas kita.



Dalam event-event GRUNGE, misalnya, masih ada yang namanya pertikaian, persaingan antar band, dan pihak panitia yang belaku kasar pada crowds/penonton. Kita harus menyadari bahwa sesungguhnya kita membawa suatu nama komunitas orang banyak. Sebegitu pentingkah hiburan, kesenangan, dan kepuasan suatu komunitas hingga menimbulkan saling pukul, saling tendang bahkan saling meludah?! Ternyata…masih ada kesenjangan dalam komunitas GRUNGE ini!



Sebagian dari kita mungkin memilih untuk tetap diam or no comment karena adanya niat untuk mendisiplinkan diri, menghilangkan dendam maupun menunjukkan kesabaran. Tapi, ada pula sebagian dari kita memilih bersuara lantang dan keras, dan tindakan itu juga untuk mendukung niat yang sama. Disitu terlihat, jiwa yang terkoyak memiliki dua aspek, yang satu mungkin sabar dan satunya lagi mungkin benci. Masing-masing memiliki tujuannya sendiri. Bagian-bagian itu mencari jalan untuk menciptakan hal-hal yang memuaskan, hal-hal yang telah biasa dilakukan.



Tapi, sebelum kita merencanakan ciptaan memuaskan diri sendiri itu berjalan, apakah kita menyadari bagian dari diri kita ini atau tidak? Sudah atau belum? Kita tidak akan pernah bisa memiliki semuanya secara sekaligus, karena banyak diantaranya saling bertentangan. Jadi buat apa ribut-ribut ama orang (apalagi teman sendiri dari satu komunitas) kalau dinamika kita sendiri masih suka bertentangan?



Saya mengerti mungkin Anda hanya ingin cari hiburan, tapi buat apa cari hiburan kalau hiburan itu dijadikan ajang persaingan dan pertikaian? Kita harus ingat dalam keadaan apapun (baik sadar maupun drunk!), bicaralah pada diri sendiri kenapa kita datang ke acara musik? Kenapa kita cari hiburan? Kenapa kita menggandrungi genre musik ini? Semua itu tak akan pernah kita pahami kalau kita masih berlarut-larut candu terhadap genre!(lihat : Selamatkan GRUNGE antara jujur dan candu)



Ingat…candu tidak bisa dipuaskan. Cobalah berpikir sejenak tentang keberadaan musik ini, mengapa genre musik ini ada? Kita gak bisa nyalahin Kurt Cobain dan langsung menganggap dia bersalah karena membuat kita kecanduan. Tidak ada satu pun musisi dan pencipta lagu di dunia ini yang patut disalahkan.



Kalau kita sudah memahami tentang keberadaan musik itu kita akan semakin kuat, dan keberadaan GRUNGE hanya bisa kuat eksistensinya oleh rasa kebersamaan komunitas GRUNGE itu sendiri, yaitu kita semua! Hal-hal yang selayaknya dipelajari oleh kita sebagai individu di dalam penyatuan dengan individu lain merupakan hal-hal yang harus dipelajari oleh kelompok, komunitas, dan bangsa dalam penyatuan spiritual dengan kelompok, komunitas, dan bangsa lain.



Pilihan pada masing-masing tingkat adalah apakah berjalan melalui ketakutan dan keraguan ataukah melalui kearifan, apakah arus energi frekuensi rendah jiwa ataukah arus energi frekuensi tinggi ruh. Jika kemarahan satu jiwa pada yang lain menyebabkan sikap defensif, maka kemarahan suatu bangsa, agama, atau jenis kelamin yang lain hanya akan menimbulkan komunitas yang berkotak-kotakkan.
Kita ini mulia, kawan-kawan! Mengenal musik yang luar biasa!



GRUNGE itu seperti Blues, memiliki ketukan/ritme yang khas. GRUNGE itu seperti Jazz, kita menikmati tanpa harus memahaminya. GRUNGE itu seperti Rock yang siap mengguncang adrenalin. Dan GRUNGE itu seperti Punk, mengutamakan kebebasan berpendapat. GRUNGE itu makna musiknya luas. Ruang lingkup musik saja bisa berkumpul bersama dalam wadah GRUNGE, masa pendekar-pendekarnya gak bisa? Kalau ingin tetap melihat kebersamaan yang jujur, mulailah jujur pada diri sendiri. Kita akan merasakan bahwa sesungguhnya musik itu mampu mengasah naluri yang menghasilkan kehalusan budi. Pemahaman terhadap musik membuat kita lebih jauh mampu berempati terhadap sesama. Dengan begitu, akan muncul generasi yang mengutamakan kepentingan orang banyak serta saling membantu mencapai yang terbaik.

Ga ADa PErBedaAn DaLam GRUNGE!!!

OK...Kalian klo bner suka ma GRUNGE ga mungkin ga kenal ma band NIRVANA,
..Nirvanaisme??pasti juga dah pernah denger donk kalimat itu. Tanpa mengesampingkan
hal-hal lain...saya cuma pngen bahas masalah yang terjadi pada kata NIRVANAISME,
bukan saya bermaksud untuk menonjolkan Nirvana dibanding band-band grunge lain,
cuma saya hanya ingin membahas sedikit tentang nirvanaisme??dan kenapa smpe ada beberapa yang bilang Nirvanaisme itu jelek, Lapuk, ga ada skill...hmm....orang boleh berkata seperti itu, gw sendiri penggemar berat nirvana, tp gw rasa itu ga buruk, gw maenin lagu nirvana...hmm...bagi gw mantabs...ga ada yg ngelarang kan???trus dimana sich keburukan kita "nirvanaisme"??
Apakah karena ada yang bermain musik asal, cuma bisa teriak2 ga jelas....,kunci gitar falls
atau cara berpakaian dan tingkah kaya kurt cobain??Vandalisme di panggung??bikin lagu yang
kalo di denger mirip nirvana...hmmm...bisa juga itu adalah keburukan...tp coba berfikir positif....Nirvana adalah mesin pembangkit dari GRUNGE juga walaupun pada awalnya Kurt tidak suka di sebut dengan istilah itu...tapi...akhirnya dia mengakui juga dalam lagunya, dan dibalik NIRVANAISME ada hal positif bahwa mreka tidak mau berbohong pada publik, apa yang mereka bisa..mereka lakukan untuk membesarkan nama GRUNGE....mereka mencoba jujur dengan apa adanya, dengan kesederhanaanya, dan dalam pemikiranya pun terlintas untuk mencoba lebih baik...., disetiap gigs yang beratas namakan grunge pasti mereka hadir meramaikan, berbagi kesenangan....membuat lagu mirip nirvana, apa salahnya??toh ga jiplak banget,itu hanya karena ter influence....semua pasti merasakan itu klo sedang membuat lagu....
OK...itu aja....,dengan catatan ini saya tidak bermaksud untuk membeda-bedakan komunitas GRUNGE....., GRUNGE itu satu.... Baik para penggila NIRVANA, STP, PEARL JAM, SILVERCHAIR dll..kita semua satu di bawah bendera GRUNGE.. ga da perbedaan, kita saling support...,,Jangan manjadikan catatan ini sebuah provokasi..jadikanlah, sebuah bahan pemikiran kita untuk lebih maju...untuk memajukan musikalitas GRUNGE, untuk terus memberi yang terbaik pada GRUNGE...terus berkarya kawan-kawan....!!KEEP GRUNGE!!!

KETIKA MANUSIA MENJADI BRENGSEK………..

Manusia hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari masalah. Baik masalah itu menyenangkan atau tidak. Ketika kita menghadapi sesuatu yang menyenangkan dengan sombongnya kita mengucapkan “ inilah karuniaku,…………… berkat ketabahanku, kesabaranku, ketangguhanku, keistiqomahanku, kepandaianku dan berkat doa – doa yang aku panjatkan tiap hari sekarang Allah mengabulkannya, sungguh indah hidup di dunia ini ketika kita dekat dengan Allah Sang pemilik detak jantung “.
Ketika sesuatu yang tidak menyenangkan datang, dengan sombongnya kita juga akan berkata “ kenapa ini harus terjadi padaku………………, padahal tiap hari aku sudah melakukan ibadah dengan tertib, melakukan hal – hal yang baik. Masih saja ini di berikan kepadaku……… ah, Tuhan sungguh tidak adil.”
Ketika makhluk yang namanya “ MUSIBAH “ datang, dengan angkuhnya kita bilang “ yaa Allah kenapa ini harus terjadi padaku. Apa kesalahan yang telah aku lakukan, apa dosa yang telah aku perbuat sehingga musibah ini harus kau berikan kepadaku. “

KETIKA AKU TIDAK JADI BERSANDING DENGAN ORANG YANG AKU CINTAI DI PELAMINAN DENGAN AROGANNYA AKU BERKATA : “ Yaa Allah kenapa kau tumbuhkan cinta ini jika akhirnya aku tidak bisa bersanding dengan orang yang aku cintai, kau goreskan cinta ini di dalam jiwaku, kau ukir namanya di dalam hatiku selama 8 tahun dan akhirnya kau berikan dia kepada orang lain. Kau brengsek hai Allah, kau maha pembohong, katamu “ berdoalah kepadaku niscaya aku kabulkan “. aku sudah berdoa, aku sudah memohon, aku sudah berusaha tapi kau biarkan aku sakit hati. Kenapa aku harus menyembahmu kalau kau ini suka menyakiti hati. Dasar brengsek, maha pembohong……… lihat saja akan aku hancurkan dunia ini, akan aku porak porandakan bumi ini, Akan aku hajar siapapun yang berani menantangku.

“ Ku reguk anggur maha dewa…………
Ku cicipi madu sabdanya ……………
Bumi kuremas dalam genggamanku ………
Matahari dan rembulan ku telan dalam perutku ………
………………………………………………………
………………………………………………………
(Ken Arok)*

Ketika Tuhan belum mengabulkan permintaan kita dengan mesranya kita bilang “ Tuhan kok pelliitt bangettt sih………… apa sih susahnya memberikan itu kepadaku. Kalau seperti itu aku tidak akan berdoa lagi…………. Ya biarin dia maha tahu tanpa mintapun dia sudah tahu, dari pada aku minta terus dan akhirnya hanya akan menyebabkan jengkel saja. Katanya Dia maha pengasih dan penyayang, kok aku ndak di kasih dan di sayang. “

Dan Tuhanpun berkata :
Jangan kamu ajari aku tentang apa yang menjadi kebutuhanmu. Aku lebih paham dengan apa yang menjadi kebutuhanmu………………….
Dengan doamu tiap hari kau menuduhku TULI karena kamu menganggap aku tidak mendengarkan doa / permintaanmu.
Dengan doa yang kau panjatkan tiap hari kau menuduhku BODOH karena kau berusaha mengajariku tentang kebutuhanmu padahal aku lebih tahu.
Dengan doa yang kau panjatkan tiap hari kau menuduhku PELIT dan TAK TAHU DIRI gara – gara aku belum memberikan apa yang kamu minta.
Wahai anak manusia berdoalah kepadaku karena aku yang menyuruh kamu untuk berdoa, bukan karena kamu mengajariku, bukan karena kamu yang lebih tahu apa yang menjadi hajadmu. Bukan karena kamu menganggapku (bodoh, tuli, pelit, tak tahu diri).

Wahai orang – orang brengsek seperti aku ……………..
Wahai orang – orang sableng seperti aku ……………….
Wahai orang – orang yang menganggap dirinya hebat …………..
Jangan kau paksa Tuhan untuk mengabulkan permintaanmu yang aneh – aneh,
Dia punya waktu sendiri untuk menjawabnya,
Dia punya cara sendiri untuk mengabulkan doa – doamu,
Dia yang kuasa bukan kamu,
Apa kamu ini sudah sakti kok berani menantang Dia,
Mau ……, kamu di masukkan ke dalam neraka………….?
Terkena percikan api rokok saja kamu sudah merasa panas,
Bagaimana mungkin kamu berani menantangnya…..
Dasar sinting …………………………………..