Kamis, 31 Januari 2013

Hantam Prasangka Buruk



Beberapa hari yang lalu, kita di hebohkan oleh beberapa  public figure negri ini atas ucapannya yang mengandung SARA. Masyarakat berbondong-bondong menghujat dan meng olok-olok melalui sosial media  dan anehnya tidak sedikit pula orang yang mendukungnya. Beberapa Public figure lainya secara gamblang mengungkapkan ke tidak setujuan atas tindakan SARA tersebut.
Saya sendiri tidak perduli atas apa yang mereka lakukan, tapi menurut hemat saya sebagai warga Negara yang baik dan sedikit tidak taat ini memang benar-benar tindakan yang salah, ternyata kabar yang saya dengar (entah dari mana) mereka yang melakukan tindakan SARA itu ingin mengalihkan perhatian terhadap public untuk menjadi orang nomor satu di Negri ini.

Siapa sangka seorang seniman yang sangat di hormati dan paling di segani di Negri ini melakukan tindakan hal SARA, ironisnya dia sangat paham betul akan konsep agama yang dia anut (dan tentu saja menjadi agama saya). Saya sendiri jadi mempertanyakan ke ta’atan nya dalam beragama, mengingat banyak kasus yang kurang mengenakan di masa lalunya. Kejadian ini terjadi ketika ada pemilihan gubernur Jakarta, dalam ceramah agamanya dia mencampurkan ceramah dengan urusan politik. Percayalah walaupun saya bukan orang yang taat dalam beribadah dan masih angot-angotan, saya sadar sekali kalau itu sangat salah. Memang benar dalam agama saya ada ayat yang mengatakan “tidak boleh memilih pemimpin yang bukan dari agama yang sama”. Tapi kita semua sama-sama tahu, kalau pemimpin sebelumnya itu bukan pemimpin yang bersih dan sedikit bermasalah. Memang manusia tidak ada yang sempurna, jika ada pemimpin yang setidaknya membuat Kota ini lebih baik walaupun bukan dari agama yang sama kenapa tidak? Jika dia menjadi pemimpin Negara ini, entah apa yang akan dia lakukan, mengusir semua masyarakat yang tidak sama dengan agamanya mungkin. Apa dia tidak mengingat akan perjuangan para Pahlawan yang berjuang untuk memerdekakan Negri ini?, apa para Pahlawan berjuang sesuai dengan agama nya masing-masing? Apa kalian berfikir hal yang sama dengan saya?

Selang beberapa waktu masalah ini hampir reda, muncul lagi ketika seorang pengacara yang cukup terkenal (tapi juga pengangguran) berkicau di akun twitter dan menyinggung tentang Ras dan Golongan tertentu. Dan lagi-lagi para pemimpin Jakarta yang jadi sasarannya. Dia menyerang Wakil Gubernur yang notabene nya bukan keturunan pribumi, entah apa yang ada di kepalanya sampai dia harus memikirkan apa yang sebenarnya bukan pekerjaan nya (seperti saya sekarang ini) memangnya kenapa kalo dia tidak mau pindah dari rumah pribadinya? Bukan kah itu bagus berarti wakil gubernur bukan tipe orang yang memanfaatkan jabatan, tidak seperti pejabat-pejabat tinggi Negara ini. Yang ngotot untuk mendapatkan rumah dinas yang anggarannya satu rumah bisa memberi santunan untuk rakyat miskin satu kecamatan.                                                                                               Memangnya kenapa dia mempertontonkan rekaman hasil rapat bersama bawahan-bawahannya kepada masyarakat? Bukan kah itu bagus, jadi tidak ada kecurangan lagi dan mengurangi tingkat korupsi di tingkat pejabat daerah, kenapa harus malu? Jika benar dan tidak ada yang janggal tidak perlu merasa malu. Jika ketahuan kejanggalan-kejanggalan ya itu salah sendiri kenapa begitu bodoh hingga harus melakukan korupsi.
Dia berkata “sudah sa’atnya yang muda seperti saya memimpin negri ini” dalam pikiran saya dia pasti belum bangun dari tidurnya. Saya mengurangi penilaian saya terhadap dia setelah dia berkata “orang miskin tidak perlu di pelihara Negara”. Sudah jelas-jelas ada undang-undangnya. Seharusnya sebagai pengacara kondangan, dia lebih tau dari saya.  Tiga hari yang lalu dia datang ke kampus dimana saya bekerja, dalam acara yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan politik dan saya anggap itu sebagai tindak Pencitraan dan kampanye terselubung, agar mendapatkan dukungan dari kalangan mahasiswa, ini perkiraan negative saya loh, jadi tidak benar-benar apa yang terjadi.

Lalu ada seseorang yang katanya calon hakim tinggi di negeri ini yang menyatakan hal yang di luar dugaan public, dia berkata bahwa “sesungguhnya tersangka pemerkosaan  dan korban pemerkosaan sama-sama menikmati perkosaan itu” sungguh sangat tidak pantas di ucapkan, walau pun niatnya hanya sebatas guyonan. Sebenarnya saya sempat setuju tentang penolakannya terhadap sangsi pemerkosa, karena itu tidak perlu di hukum mati, kalo pun harus di hukum mati, setidaknya kalo si korbanya juga di bunuh itu baru setimpal. Dan opini saya seandainya memang harus di hukum mati, tentu terpidana tindak korupsi harus merasakan hal yang sama. Karena korupsi bukan hanya membunuh seseorang tapi ribuan, bahkan jutaan orang di Negara ini.

Saya hanya menumpahkan keganjilan yang ada di kepala saya, dan saya hanya mencoba, apakah saya masih punya otak atau sudah mengikuti naruli binatang, dantrernyata saya masih punya nurani. saya tidak bermaksud untuk menyudutkan seseorang dan tidak bermaksud ingin menghasut orang yang baca tulisan saya ini, dan saya pun tidak ingin membuka forum untuk perdebatan akan tulisan saya ini, kebebasan berpendapat itu sah-sah saja dan tidak harus di debatkan. Dan percayalah keberagaman itu sangat indah, dan kita hidup (katanya) Merdeka seperti sekarang ini karena keberagaman suku dan agama, bila kalian yang membaca tulisan saya ini sadar. Saya ingin bersama menjadikan Negara kita Negara yang kuat akan keberagaman dan tidak bisa di pandang sebelah mata oleh dunia. Dengan tidak menghargai pendapat orang dan hanya menjadi pribadi yang membenci, Negara ini akan hancur dalam hitungan beberapa tahun lagi.  Terimakasih ……! (“-)V

Senin, 28 Januari 2013

Pemikiran Yang Baru Kepikiran Dari Pertama Ini Di Pikirin


Saya baru sadar kalau isi semua blog saya ini semua nya isi nya galau semua, sedikit tentang music sich. Maklum lah sebagai manusia dan laki-laki normal saya selalu di rundung dengan masalah cinta, apa lagi cinta yang saya alami itu bukan kisah cinta yang biasa, di dalam nya bukan hanya saya dan si perempuan itu, tapi ada pacar si perempuan itu.
Mungkin ada yang bertanya kenapa harus di share di blog? Apa tidak berdampak kepada si perempuan? Saya pertegas bahwa apa yang saya tulis itu kenyataan, tapi nama saya samarkan. Saya juga menjaga privasi orang lain. Kalo pun ada yang tersinggung berarti dia benar-benar kenal saya hahahahahaha.
Saya jadi ingat dengan perkataan teman saya , “alah cewek begitu doang lu, kenapa perlu di pertahanin sich?” karena saya orangnya cepat naik darah saya lantas sewot, selang beberapa lama malah dia yang konflik sama keluarganya karena gak setuju sama hubungan nya dengan pacarnya, ironisnya dia kabur dari rumah dan mulai sok patah hati, seperti saya ketika rasa galau melanda dari mulai drink, drunk. Dan akhirnya keluarganya dengan sangat terpaksa menerima si pacarnya, akhirnya dia resmi menikah dengan pacarnya 5 bulan yang lalu.
Kemarin di postingan saya yang lalu, saya bercerita soal perempuan yang bernama NNSN dan akhirnya resmi bertunangan, bagi saya sudah tidak ada harapan lagi untuk mendapatkannya dan saya memang mulai melupakannya perlahan, respon teman saya membuat saya ragu untuk benar-benar melupakannya, rata-rata respon mereka adalah “santai aja, baru tunangan belom nikah, orang nikah lama aja bisa cerai, jodoh mah gak kemana” saya hanya menganggukan kepala.                                                       
Dan tadi sore pun dia telfon saya, ketika saya Tanya ada perlu apa telfon saya, dia Cuma bilang, tiba-tiba ingin ngobrol dengan saya. Hemat saya ini sungguh tidak adil, apa memang sengaja untuk membuat niat saya goyah? Kalo memang dia sayang dengan saya, kenapa dia memilih tunangan dengan orang lain? Saya tidak benci, tapi kenapa harus selalu seperti ini, ini bukan pertama kalinya saya di tinggal nikah atau tunangan, dengan mantan saya. saya sudah 5x di tinggal nikah semua saya rasakan biasa saja, dan ini lah yang paling sakit.
Sambil nulis postingan ini saya mendengarkan lagu L’Arc~en~ciel  yang hitomi no jyunin, biar momen sedih nya dapet, lantaran gak ngerti artinya, oke saya gak hanya membahas tentang cinta di blog saya ini, saya sangat suka musik. Musik itu seperti bagian dari hidup saya. Kadang saya juga membahas tentang politik yang paling saya benci, saya terlalu muak dengan dunia politik di Indonesia, padahal kalo di pikir-pikir saya benci politik, tapi saya masih suka membahasnya sungguh pemikiran saya labil. Sama seperti hal nya haters-haters musik, ambil contohnya deh Pee Wee Gaskins punya APWG (Anti Pee Wee Gaskins) mereka (PWG) di benci sama APWG tapi di tonton performnya, kadang sampe bela-belain buat beli tiket Cuma untuk mengacungkan jari tengah kearah PWG.  Saya berfikir ini apa maksudnya ya?? Sungguh mubazir sekali, habur-hambur uang, bela-belain untuk dateng Cuma buat mengacungkan jari tengah dan kadang lebih parah melempari PWG dengan sampah-sampah yang ada. Ngotorin panggung. Ini sangat tidak patut untuk di contoh, mungkin mereka (APWG) lebih suka mendengar para laki-laki yang menyanyi sambil lenggak-lenggok dari pada music yang berkualitas. Tentu saya bukan Party Dorks (sebutan fans PWG)saya pun tidak terlalu suka dengan life style mereka, tapi saya akui kalo musik mereka berani tampil beda ketika wabah lagu mendayu dan virus boyband dan girlband, karya-karya mereka bagus.
Sudah ah, ini lama-lama postingan jadi ngalor ngidul gini, mungkin karena sudah malam juga, sekarang tanggal 28 januari 2013 pukul 01.55 WIB memang waktunya saya mengantuk dan tidur untuk aktifitas pagi hari ini.