Selasa, 19 Februari 2013

Si Miskin Yang Selalu Dilema

Hmm... gw mulai dari mana ya??

oke, semalem 15 Febuari 2013 gw mendapatkan (Lagi) penghinaan diri seorang mantan pacar gw.
ya gw emang orang yang cukup beruntung, pernah punya pacar yang cukup berada. tapi sisi negatif nya gw selalu jadi bahan hinaan karena (menurut mantan gw) gw adalah orang miskin. gw coba untuk tidak meladeni olokan demi olokan karena gw gak mau menanamkan kebencian pada diri gw untuk dia.
mungkin awalnya gw yang salah, karena gw membiarkan mantan gw yg lain meledek, mungkin maksud mantan gw yg lain hanya senang-senang. semua berlanjut, dan akhirnya tiba ketika di twitter mulai menyinggung gw.
karena gw gak ngerasa mengganggu nya gw pun hanya membalas sekedarnya. dan sedikit tertawa dengan nada konyol lainnya (ya gw memang suka ngeselin orang) gw agak kesal ketika dia mulai melibatkan orang tua gw. selama gw hidup gw selalu gak mau melibatkan urusan pribadi gw dengan orang tua gw.
dan gw dengan emosi membalas tweet dengan gambaran yg tidak pernah bisa dia lakukan, dan mantan gw sebut saja Pupu menyarankan agar gw unfolow. dan setelah gw unfollow, pupu menyarankan agar gw melihat Time Line nya mantan gw. setelah gw liat Time Line nya gw agak tercengang karena isinya penghinaan yg pernah dia lontarkan ke gw 2 tahun yang lalu. kenapa lama. karena gw punya prinsip gak selalu mantan jadi musuh, dan gw hanya menjaga silahturahmi. kira-kira seperti ini.


sengaja sama gw namanya gw samarkan karena gw menghargai Privasi nya.

gw gak habis pikir, kenapa dia bisa berbicara seperti itu ya?? apa orang tuanya memang mendoktrin anaknya seperti itu?? kalo memang benar, ternyata parah sekali ya?? ah sudah lah, gw sebenarnya tidak berhak untuk mengurusi kehidupanya, tapi ketika gw di hina seperti itu, gw cuma bisa mengusap dada dan gw hanya bisa berdoa, agar dia cepat menyadari kalo yang dia katakan itu salah, walau kenyataannya gw memang tidak sederajat dengan dia, dan semoga saja dia menyesalinya.
entah seolah dia benar berbicara tentang agama, tapi dia sendiri tidak menyadari kalo yg dia bicarakan itu selayaknya memakan bangkai saudaranya. yah sudahlah gw hanya menulis apa yg ada di dalam hati gw. gw hanya bisa mendoakan semoga tidak terjadi apa-apa dengannya, karena yang gw tau akhir-akhir ini "Karma datanganya cepat seiring berkembangnya JNE", hahahahahaha. udah deh lama-lama gw makin ngaco ngomongnya. lagipula, suasana kampus makin ramai, untuk memikirkan bahan ini saja sampai berhari hari.
sorry kalo blog gw ini berantakan. gw bukan raditya dika yang blog nya bagus dan menarik. tapi setidaknya ini bisa gw jadikan untuk kenang-kenangan dan catatan apa aja yg gw alami, selama gw hidup.

Chers up

Tidak ada komentar:

Posting Komentar