Akhir-akhir ini banyak orang yang dekat dengan saya kehilangan orang yang (menurut mereka) di cintainya, Maaf bukannya saya tidak mengerti. tapi saya sendiri bingung harus bagaimana menyikapinya, paling yang keluar dari bibir saya hanya "yang sabar ya", saya sudah mengalami hal ini.
Ketika ayah saya meninggal saya di beri tahu ketika sudah sepuluh hari setelah Beliau meninggal. Apa yang saya rasakan?? Saya juga tidak mengerti harus melakukan apa.
Sejak saya umur 3 tahun, Ibu saya berpisah dengan Ayah saya. sejak itu saya tidak pernah mengenal figur seorang Ayah, jadi wajar jika saya bersikap kurang ajar terhadap orang-orang atau tetangga yang selalu membicarakan keluarga saya, karena tidak ada yang membela kehormatan keluarga saya. ketika saya berumur 12 tahun Ibu saya menikah lagi. Saya pikir saya akan mendapatkan kasih sayang dari Ayah baru dan ternyata tidak sama sekali, Ayah baru saya tidak perduli dengan apa yang saya lakukan, seburuk apa pun itu, ia tidak komentar sepatah kata pun, untuk pemikiran bocah umur 12 tahun pasti merasa percuma walalu punya ayah baru pun kalau hanya di diamkan, Saya hanya berharap kepada ayah kandung saya. Tapi sepertinya Ayah kandung saya Seperti tidak memperdulikan saya. hingga saya bertekad jika saya sudah besar nanti saya akan mendatanginya dan saya akan menamparnya sambil berkata "Ayah Aku Ini Anak Mu, Kenapa Kamu Dulu Tidak Memperdulikan Ku?? Apa kamu Tidak Menginginkan Ku??".
Sejak sa'at itu saya isi hati saya dengan kebencian terhadap Ayah kandung saya hingga saya pun mulai melupakannya.
3 tahun berlalu saya pun mulai beranjak di bangku SMK tahun pertama sekitar tahun 2005/2006. Sepulang sekolah Ibu saya berlari dan memeluk saya, saya yang masih kebingungan pun bertanya ada apa sebenarnya. sambil menangis Ibu saya berkata bahwa Ayah saya meninggal 10 hari yang laliu. saya hanya diam, mungkin bagi orang yang merasakan kasih sayang Ayah dari kecil pasti akan mengangis sebisanya, karena saya terlanjur menanam kebencian, setitik air mata pun tak keluar. dalam benak saya hanya "kenapa kamu pergi sebelum saya menamparmu sambil berkata demikian??".
Sampai saat ini saya mulai mema'afkan dan mendoalan agar iya tenang di sana. Dan saya pun sadar, suatu saat nanti saya pun akan jadi Ayah dan saya tidak mau menjadi seperti Ayah saya ketika menelantarkan saya dan Ibu saya.
jadi ketika oprang yang di dekat saya berkata " kamu tidak mengerti jika harus hidup tanpa seorang ayah " saya hanya tersenyum dan diam saja. Tentu separuh dari hidup saya saya habiskan percuma tanpa figur seorang Ayah.
Dan sampai saat ini saya tidak tau apa rasanya kasih sayang dari seorang Ayah..
udah dulu dah udah mentok nih....
saya hanya manusia biasa, yg bisa senang, sedih, marah, atau pun bersahaja. tujuan hidup yg saya tuju adalah sebuah perjalanan singkat yg dapat saya temui setiap harinya. walau kadang kurang menyenangkan. tetapi yg bisa saya perbuat adalah menertawakannya. tidak lebih
Selasa, 18 Desember 2012
Jumat, 07 Desember 2012
KETIKA KEBOHONGAN DIBALUT DENGAN KE'EGOISAN
Saya tidak mengerti dengan sifat manusia yang memang selalu tidak sama dengan sifat saya. Beberapa minggu terakhir lalu saya dekat lagi dengan mantan pacar saya. yang dulu datangnya saya sendiri tidak pernah menyangka. dan kami putus pun dengan cara yang cukup tidak masuk akal. Kami putus dengan alasan Fokus Sekolah.(Alasan yang Sangat Klasik)
Karena saya tidak mau menghambat Jenjang pendidikannya maka saya mencoba untuk melepas nya, waktu berjalan selama 2 hari, saya mendapat kabar dari seseorang yang terpercaya, kalo dia sedang dekat dengan laki-laki lain. tentu saja saya merasa di bohongi. saya sangat marah, tapi saya sadar percuma juga saya marah. toh bukan hak saya untuk marah. saya coba untuk melupakan semuanya.
Sampai sekitar akhir 2011 lalu dia menghubungi saya dan bilang dia masih sayang dengan saya. saya yang mulai luluh masih mencari tau apa benar yang dia katakan, dan ternyata dia masih berstatus pacar orang.dan saya pun enggan untuk menyambut niat baik nya. saya hanya akan merasa terhina bila saya mau. akhirnya saya memilih untuk membantu temannya yang menderita karena di teror oleh pacar teman saya. untuk jadi pacar bayangan. dan mantan saya tau, dan dia sangat kecewa dengan saya karena menolak niat baiknya (Dibaca : Busuk) setelah semuanya berakhir, saya kembali menjadi Fajar yang biasa. tak punya pacar, atau pun teman yang biasa menuhin isi Inbox di handphone.
Di awal November yang lalu, dia menghubungi saya kembali dan menawarkan niat baiknya ((Dibaca : Busuk) lagi. dengan tegas saya menolak kalo dia masih punya pacar, lalu dia bilang dia mau putus dengan pacarnya sekarang. karena saya pikir itu benar-benar niat baik, baru saya menyambutnya dengan baik (Dengan sikap waspada dan curiga) pula sambil menjelaskan dengan perlahan apa yang terjadi sebenarnya antara saya dan teman baiknya itu. Tapi lama kelamaan saya jadi merasa bersalah ketika dia mulai mengungkit hubungan saya dengan temannya yang meminta saya jadi pacar bayangannya itu, karena saya merasa bersalah dan saya menghormatinya saya hanya diam dan menimpali dengan senyum saja.
dan lama kelama'an saya jadi merasa di pojokan dalam hubungan ini, dan saya mulai muak. kemudian saya mulai marah ketika dia mulai mengungkit lagi masalah saya dan temannya itu. dan saya mulai mengeluarkan logika saya tentang respon yang gak masuk akal dan gak sepantasnya dia lakukan.
Dan akhirnya saya sendiri lah yang mengalah, sampai saya mulai merasa ada yang ganjil dengan hubungan saya dan mantan saya.
Saya ribut masalah twitter kecurigaan saya berawal katanya udah putus tapi kok background lamanya gak di ganti.Saya minta ganti backgroundnya karena gak enak di liatnya. agak sedikit debat akhirnya katanya udah di ganti, dan ternyata belum, walau belum di ganti karena Saya merasa tidak enak akhirnya Saya diamkan, kecurigaan Saya berlanjut, Saya Tidak boleh mention ke Dia dengan alasan gak enak sama orang-orang, Dan saya juga tidak boleh Mention ke Semua Teman wanita Saya,. karena Saya menghormatinya maka Saya mengikuti apa yang dia minta.
karena kecurigaan Saya mulai menguat, Saya sengaja mention ke hampir semua teman wanita Saya Hingga dia benar-beanar marah dan murka, dan mulai memaki kata-kata yang lumayan kasar tapi tidak mention ke saya dan besok paginya terbukti dia masih punya hubungan dengan mantan pacarnya.
Dan untuk ke dua kalinya saya dibohongi sama mantan saya, dan lucunya bukanya merasa bersalah mantan saya bersikeras kalo saya yang salah dan dia merasa saya menjahati dia. dari kata itulah saya berasumsi bahwa KEBOHONGAN BALUT DENGAN KE'EGOISAN....
dan saya semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya dia pikirkan, kenapa harus membohongi kalo dia benar-benar masih punya rasa dengan saya. apa karena Ke'egoisannya terlalu tinggi dan rasa gengsi yang terlalu besar????
Saya semakin tidak mengerti dengan pereasaan mereka (PEREMPUAN)
Karena saya tidak mau menghambat Jenjang pendidikannya maka saya mencoba untuk melepas nya, waktu berjalan selama 2 hari, saya mendapat kabar dari seseorang yang terpercaya, kalo dia sedang dekat dengan laki-laki lain. tentu saja saya merasa di bohongi. saya sangat marah, tapi saya sadar percuma juga saya marah. toh bukan hak saya untuk marah. saya coba untuk melupakan semuanya.
Sampai sekitar akhir 2011 lalu dia menghubungi saya dan bilang dia masih sayang dengan saya. saya yang mulai luluh masih mencari tau apa benar yang dia katakan, dan ternyata dia masih berstatus pacar orang.dan saya pun enggan untuk menyambut niat baik nya. saya hanya akan merasa terhina bila saya mau. akhirnya saya memilih untuk membantu temannya yang menderita karena di teror oleh pacar teman saya. untuk jadi pacar bayangan. dan mantan saya tau, dan dia sangat kecewa dengan saya karena menolak niat baiknya (Dibaca : Busuk) setelah semuanya berakhir, saya kembali menjadi Fajar yang biasa. tak punya pacar, atau pun teman yang biasa menuhin isi Inbox di handphone.
Di awal November yang lalu, dia menghubungi saya kembali dan menawarkan niat baiknya ((Dibaca : Busuk) lagi. dengan tegas saya menolak kalo dia masih punya pacar, lalu dia bilang dia mau putus dengan pacarnya sekarang. karena saya pikir itu benar-benar niat baik, baru saya menyambutnya dengan baik (Dengan sikap waspada dan curiga) pula sambil menjelaskan dengan perlahan apa yang terjadi sebenarnya antara saya dan teman baiknya itu. Tapi lama kelamaan saya jadi merasa bersalah ketika dia mulai mengungkit hubungan saya dengan temannya yang meminta saya jadi pacar bayangannya itu, karena saya merasa bersalah dan saya menghormatinya saya hanya diam dan menimpali dengan senyum saja.
dan lama kelama'an saya jadi merasa di pojokan dalam hubungan ini, dan saya mulai muak. kemudian saya mulai marah ketika dia mulai mengungkit lagi masalah saya dan temannya itu. dan saya mulai mengeluarkan logika saya tentang respon yang gak masuk akal dan gak sepantasnya dia lakukan.
Dan akhirnya saya sendiri lah yang mengalah, sampai saya mulai merasa ada yang ganjil dengan hubungan saya dan mantan saya.
Saya ribut masalah twitter kecurigaan saya berawal katanya udah putus tapi kok background lamanya gak di ganti.Saya minta ganti backgroundnya karena gak enak di liatnya. agak sedikit debat akhirnya katanya udah di ganti, dan ternyata belum, walau belum di ganti karena Saya merasa tidak enak akhirnya Saya diamkan, kecurigaan Saya berlanjut, Saya Tidak boleh mention ke Dia dengan alasan gak enak sama orang-orang, Dan saya juga tidak boleh Mention ke Semua Teman wanita Saya,. karena Saya menghormatinya maka Saya mengikuti apa yang dia minta.
karena kecurigaan Saya mulai menguat, Saya sengaja mention ke hampir semua teman wanita Saya Hingga dia benar-beanar marah dan murka, dan mulai memaki kata-kata yang lumayan kasar tapi tidak mention ke saya dan besok paginya terbukti dia masih punya hubungan dengan mantan pacarnya.
Dan untuk ke dua kalinya saya dibohongi sama mantan saya, dan lucunya bukanya merasa bersalah mantan saya bersikeras kalo saya yang salah dan dia merasa saya menjahati dia. dari kata itulah saya berasumsi bahwa KEBOHONGAN BALUT DENGAN KE'EGOISAN....
dan saya semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya dia pikirkan, kenapa harus membohongi kalo dia benar-benar masih punya rasa dengan saya. apa karena Ke'egoisannya terlalu tinggi dan rasa gengsi yang terlalu besar????
Saya semakin tidak mengerti dengan pereasaan mereka (PEREMPUAN)
Langganan:
Komentar (Atom)