Saya tidak mengerti dengan sifat manusia yang memang selalu tidak sama dengan sifat saya. Beberapa minggu terakhir lalu saya dekat lagi dengan mantan pacar saya. yang dulu datangnya saya sendiri tidak pernah menyangka. dan kami putus pun dengan cara yang cukup tidak masuk akal. Kami putus dengan alasan Fokus Sekolah.(Alasan yang Sangat Klasik)
Karena saya tidak mau menghambat Jenjang pendidikannya maka saya mencoba untuk melepas nya, waktu berjalan selama 2 hari, saya mendapat kabar dari seseorang yang terpercaya, kalo dia sedang dekat dengan laki-laki lain. tentu saja saya merasa di bohongi. saya sangat marah, tapi saya sadar percuma juga saya marah. toh bukan hak saya untuk marah. saya coba untuk melupakan semuanya.
Sampai sekitar akhir 2011 lalu dia menghubungi saya dan bilang dia masih sayang dengan saya. saya yang mulai luluh masih mencari tau apa benar yang dia katakan, dan ternyata dia masih berstatus pacar orang.dan saya pun enggan untuk menyambut niat baik nya. saya hanya akan merasa terhina bila saya mau. akhirnya saya memilih untuk membantu temannya yang menderita karena di teror oleh pacar teman saya. untuk jadi pacar bayangan. dan mantan saya tau, dan dia sangat kecewa dengan saya karena menolak niat baiknya (Dibaca : Busuk) setelah semuanya berakhir, saya kembali menjadi Fajar yang biasa. tak punya pacar, atau pun teman yang biasa menuhin isi Inbox di handphone.
Di awal November yang lalu, dia menghubungi saya kembali dan menawarkan niat baiknya ((Dibaca : Busuk) lagi. dengan tegas saya menolak kalo dia masih punya pacar, lalu dia bilang dia mau putus dengan pacarnya sekarang. karena saya pikir itu benar-benar niat baik, baru saya menyambutnya dengan baik (Dengan sikap waspada dan curiga) pula sambil menjelaskan dengan perlahan apa yang terjadi sebenarnya antara saya dan teman baiknya itu. Tapi lama kelamaan saya jadi merasa bersalah ketika dia mulai mengungkit hubungan saya dengan temannya yang meminta saya jadi pacar bayangannya itu, karena saya merasa bersalah dan saya menghormatinya saya hanya diam dan menimpali dengan senyum saja.
dan lama kelama'an saya jadi merasa di pojokan dalam hubungan ini, dan saya mulai muak. kemudian saya mulai marah ketika dia mulai mengungkit lagi masalah saya dan temannya itu. dan saya mulai mengeluarkan logika saya tentang respon yang gak masuk akal dan gak sepantasnya dia lakukan.
Dan akhirnya saya sendiri lah yang mengalah, sampai saya mulai merasa ada yang ganjil dengan hubungan saya dan mantan saya.
Saya ribut masalah twitter kecurigaan saya berawal katanya udah putus tapi kok background lamanya gak di ganti.Saya minta ganti backgroundnya karena gak enak di liatnya. agak sedikit debat akhirnya katanya udah di ganti, dan ternyata belum, walau belum di ganti karena Saya merasa tidak enak akhirnya Saya diamkan, kecurigaan Saya berlanjut, Saya Tidak boleh mention ke Dia dengan alasan gak enak sama orang-orang, Dan saya juga tidak boleh Mention ke Semua Teman wanita Saya,. karena Saya menghormatinya maka Saya mengikuti apa yang dia minta.
karena kecurigaan Saya mulai menguat, Saya sengaja mention ke hampir semua teman wanita Saya Hingga dia benar-beanar marah dan murka, dan mulai memaki kata-kata yang lumayan kasar tapi tidak mention ke saya dan besok paginya terbukti dia masih punya hubungan dengan mantan pacarnya.
Dan untuk ke dua kalinya saya dibohongi sama mantan saya, dan lucunya bukanya merasa bersalah mantan saya bersikeras kalo saya yang salah dan dia merasa saya menjahati dia. dari kata itulah saya berasumsi bahwa KEBOHONGAN BALUT DENGAN KE'EGOISAN....
dan saya semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya dia pikirkan, kenapa harus membohongi kalo dia benar-benar masih punya rasa dengan saya. apa karena Ke'egoisannya terlalu tinggi dan rasa gengsi yang terlalu besar????
Saya semakin tidak mengerti dengan pereasaan mereka (PEREMPUAN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar