Kamis, 31 Januari 2013

Hantam Prasangka Buruk



Beberapa hari yang lalu, kita di hebohkan oleh beberapa  public figure negri ini atas ucapannya yang mengandung SARA. Masyarakat berbondong-bondong menghujat dan meng olok-olok melalui sosial media  dan anehnya tidak sedikit pula orang yang mendukungnya. Beberapa Public figure lainya secara gamblang mengungkapkan ke tidak setujuan atas tindakan SARA tersebut.
Saya sendiri tidak perduli atas apa yang mereka lakukan, tapi menurut hemat saya sebagai warga Negara yang baik dan sedikit tidak taat ini memang benar-benar tindakan yang salah, ternyata kabar yang saya dengar (entah dari mana) mereka yang melakukan tindakan SARA itu ingin mengalihkan perhatian terhadap public untuk menjadi orang nomor satu di Negri ini.

Siapa sangka seorang seniman yang sangat di hormati dan paling di segani di Negri ini melakukan tindakan hal SARA, ironisnya dia sangat paham betul akan konsep agama yang dia anut (dan tentu saja menjadi agama saya). Saya sendiri jadi mempertanyakan ke ta’atan nya dalam beragama, mengingat banyak kasus yang kurang mengenakan di masa lalunya. Kejadian ini terjadi ketika ada pemilihan gubernur Jakarta, dalam ceramah agamanya dia mencampurkan ceramah dengan urusan politik. Percayalah walaupun saya bukan orang yang taat dalam beribadah dan masih angot-angotan, saya sadar sekali kalau itu sangat salah. Memang benar dalam agama saya ada ayat yang mengatakan “tidak boleh memilih pemimpin yang bukan dari agama yang sama”. Tapi kita semua sama-sama tahu, kalau pemimpin sebelumnya itu bukan pemimpin yang bersih dan sedikit bermasalah. Memang manusia tidak ada yang sempurna, jika ada pemimpin yang setidaknya membuat Kota ini lebih baik walaupun bukan dari agama yang sama kenapa tidak? Jika dia menjadi pemimpin Negara ini, entah apa yang akan dia lakukan, mengusir semua masyarakat yang tidak sama dengan agamanya mungkin. Apa dia tidak mengingat akan perjuangan para Pahlawan yang berjuang untuk memerdekakan Negri ini?, apa para Pahlawan berjuang sesuai dengan agama nya masing-masing? Apa kalian berfikir hal yang sama dengan saya?

Selang beberapa waktu masalah ini hampir reda, muncul lagi ketika seorang pengacara yang cukup terkenal (tapi juga pengangguran) berkicau di akun twitter dan menyinggung tentang Ras dan Golongan tertentu. Dan lagi-lagi para pemimpin Jakarta yang jadi sasarannya. Dia menyerang Wakil Gubernur yang notabene nya bukan keturunan pribumi, entah apa yang ada di kepalanya sampai dia harus memikirkan apa yang sebenarnya bukan pekerjaan nya (seperti saya sekarang ini) memangnya kenapa kalo dia tidak mau pindah dari rumah pribadinya? Bukan kah itu bagus berarti wakil gubernur bukan tipe orang yang memanfaatkan jabatan, tidak seperti pejabat-pejabat tinggi Negara ini. Yang ngotot untuk mendapatkan rumah dinas yang anggarannya satu rumah bisa memberi santunan untuk rakyat miskin satu kecamatan.                                                                                               Memangnya kenapa dia mempertontonkan rekaman hasil rapat bersama bawahan-bawahannya kepada masyarakat? Bukan kah itu bagus, jadi tidak ada kecurangan lagi dan mengurangi tingkat korupsi di tingkat pejabat daerah, kenapa harus malu? Jika benar dan tidak ada yang janggal tidak perlu merasa malu. Jika ketahuan kejanggalan-kejanggalan ya itu salah sendiri kenapa begitu bodoh hingga harus melakukan korupsi.
Dia berkata “sudah sa’atnya yang muda seperti saya memimpin negri ini” dalam pikiran saya dia pasti belum bangun dari tidurnya. Saya mengurangi penilaian saya terhadap dia setelah dia berkata “orang miskin tidak perlu di pelihara Negara”. Sudah jelas-jelas ada undang-undangnya. Seharusnya sebagai pengacara kondangan, dia lebih tau dari saya.  Tiga hari yang lalu dia datang ke kampus dimana saya bekerja, dalam acara yang sebenarnya tidak ada hubungan dengan politik dan saya anggap itu sebagai tindak Pencitraan dan kampanye terselubung, agar mendapatkan dukungan dari kalangan mahasiswa, ini perkiraan negative saya loh, jadi tidak benar-benar apa yang terjadi.

Lalu ada seseorang yang katanya calon hakim tinggi di negeri ini yang menyatakan hal yang di luar dugaan public, dia berkata bahwa “sesungguhnya tersangka pemerkosaan  dan korban pemerkosaan sama-sama menikmati perkosaan itu” sungguh sangat tidak pantas di ucapkan, walau pun niatnya hanya sebatas guyonan. Sebenarnya saya sempat setuju tentang penolakannya terhadap sangsi pemerkosa, karena itu tidak perlu di hukum mati, kalo pun harus di hukum mati, setidaknya kalo si korbanya juga di bunuh itu baru setimpal. Dan opini saya seandainya memang harus di hukum mati, tentu terpidana tindak korupsi harus merasakan hal yang sama. Karena korupsi bukan hanya membunuh seseorang tapi ribuan, bahkan jutaan orang di Negara ini.

Saya hanya menumpahkan keganjilan yang ada di kepala saya, dan saya hanya mencoba, apakah saya masih punya otak atau sudah mengikuti naruli binatang, dantrernyata saya masih punya nurani. saya tidak bermaksud untuk menyudutkan seseorang dan tidak bermaksud ingin menghasut orang yang baca tulisan saya ini, dan saya pun tidak ingin membuka forum untuk perdebatan akan tulisan saya ini, kebebasan berpendapat itu sah-sah saja dan tidak harus di debatkan. Dan percayalah keberagaman itu sangat indah, dan kita hidup (katanya) Merdeka seperti sekarang ini karena keberagaman suku dan agama, bila kalian yang membaca tulisan saya ini sadar. Saya ingin bersama menjadikan Negara kita Negara yang kuat akan keberagaman dan tidak bisa di pandang sebelah mata oleh dunia. Dengan tidak menghargai pendapat orang dan hanya menjadi pribadi yang membenci, Negara ini akan hancur dalam hitungan beberapa tahun lagi.  Terimakasih ……! (“-)V

Senin, 28 Januari 2013

Pemikiran Yang Baru Kepikiran Dari Pertama Ini Di Pikirin


Saya baru sadar kalau isi semua blog saya ini semua nya isi nya galau semua, sedikit tentang music sich. Maklum lah sebagai manusia dan laki-laki normal saya selalu di rundung dengan masalah cinta, apa lagi cinta yang saya alami itu bukan kisah cinta yang biasa, di dalam nya bukan hanya saya dan si perempuan itu, tapi ada pacar si perempuan itu.
Mungkin ada yang bertanya kenapa harus di share di blog? Apa tidak berdampak kepada si perempuan? Saya pertegas bahwa apa yang saya tulis itu kenyataan, tapi nama saya samarkan. Saya juga menjaga privasi orang lain. Kalo pun ada yang tersinggung berarti dia benar-benar kenal saya hahahahahaha.
Saya jadi ingat dengan perkataan teman saya , “alah cewek begitu doang lu, kenapa perlu di pertahanin sich?” karena saya orangnya cepat naik darah saya lantas sewot, selang beberapa lama malah dia yang konflik sama keluarganya karena gak setuju sama hubungan nya dengan pacarnya, ironisnya dia kabur dari rumah dan mulai sok patah hati, seperti saya ketika rasa galau melanda dari mulai drink, drunk. Dan akhirnya keluarganya dengan sangat terpaksa menerima si pacarnya, akhirnya dia resmi menikah dengan pacarnya 5 bulan yang lalu.
Kemarin di postingan saya yang lalu, saya bercerita soal perempuan yang bernama NNSN dan akhirnya resmi bertunangan, bagi saya sudah tidak ada harapan lagi untuk mendapatkannya dan saya memang mulai melupakannya perlahan, respon teman saya membuat saya ragu untuk benar-benar melupakannya, rata-rata respon mereka adalah “santai aja, baru tunangan belom nikah, orang nikah lama aja bisa cerai, jodoh mah gak kemana” saya hanya menganggukan kepala.                                                       
Dan tadi sore pun dia telfon saya, ketika saya Tanya ada perlu apa telfon saya, dia Cuma bilang, tiba-tiba ingin ngobrol dengan saya. Hemat saya ini sungguh tidak adil, apa memang sengaja untuk membuat niat saya goyah? Kalo memang dia sayang dengan saya, kenapa dia memilih tunangan dengan orang lain? Saya tidak benci, tapi kenapa harus selalu seperti ini, ini bukan pertama kalinya saya di tinggal nikah atau tunangan, dengan mantan saya. saya sudah 5x di tinggal nikah semua saya rasakan biasa saja, dan ini lah yang paling sakit.
Sambil nulis postingan ini saya mendengarkan lagu L’Arc~en~ciel  yang hitomi no jyunin, biar momen sedih nya dapet, lantaran gak ngerti artinya, oke saya gak hanya membahas tentang cinta di blog saya ini, saya sangat suka musik. Musik itu seperti bagian dari hidup saya. Kadang saya juga membahas tentang politik yang paling saya benci, saya terlalu muak dengan dunia politik di Indonesia, padahal kalo di pikir-pikir saya benci politik, tapi saya masih suka membahasnya sungguh pemikiran saya labil. Sama seperti hal nya haters-haters musik, ambil contohnya deh Pee Wee Gaskins punya APWG (Anti Pee Wee Gaskins) mereka (PWG) di benci sama APWG tapi di tonton performnya, kadang sampe bela-belain buat beli tiket Cuma untuk mengacungkan jari tengah kearah PWG.  Saya berfikir ini apa maksudnya ya?? Sungguh mubazir sekali, habur-hambur uang, bela-belain untuk dateng Cuma buat mengacungkan jari tengah dan kadang lebih parah melempari PWG dengan sampah-sampah yang ada. Ngotorin panggung. Ini sangat tidak patut untuk di contoh, mungkin mereka (APWG) lebih suka mendengar para laki-laki yang menyanyi sambil lenggak-lenggok dari pada music yang berkualitas. Tentu saya bukan Party Dorks (sebutan fans PWG)saya pun tidak terlalu suka dengan life style mereka, tapi saya akui kalo musik mereka berani tampil beda ketika wabah lagu mendayu dan virus boyband dan girlband, karya-karya mereka bagus.
Sudah ah, ini lama-lama postingan jadi ngalor ngidul gini, mungkin karena sudah malam juga, sekarang tanggal 28 januari 2013 pukul 01.55 WIB memang waktunya saya mengantuk dan tidur untuk aktifitas pagi hari ini. 

Selasa, 18 Desember 2012

Kasih Sayang Seorang Ayah Sungguh...........??

Akhir-akhir ini banyak orang yang dekat dengan saya kehilangan orang yang (menurut mereka) di cintainya, Maaf bukannya saya tidak mengerti. tapi saya sendiri bingung harus bagaimana menyikapinya, paling yang keluar dari bibir saya hanya "yang sabar ya", saya sudah mengalami hal ini.
Ketika ayah saya meninggal saya di beri tahu ketika sudah sepuluh hari setelah Beliau meninggal. Apa yang saya rasakan?? Saya juga tidak mengerti harus melakukan apa.


Sejak saya umur 3 tahun, Ibu saya berpisah dengan Ayah saya. sejak itu saya tidak pernah mengenal figur seorang Ayah, jadi wajar jika saya bersikap kurang ajar terhadap orang-orang atau tetangga yang selalu membicarakan keluarga saya, karena tidak ada yang membela kehormatan keluarga saya. ketika saya berumur 12 tahun Ibu saya menikah lagi. Saya pikir saya akan mendapatkan kasih sayang dari Ayah baru dan ternyata tidak sama sekali, Ayah baru saya tidak perduli dengan apa yang saya lakukan, seburuk apa pun itu, ia tidak komentar sepatah kata pun, untuk pemikiran bocah umur 12 tahun pasti merasa percuma walalu punya ayah baru pun kalau hanya di diamkan, Saya hanya berharap kepada ayah kandung saya. Tapi sepertinya Ayah kandung saya Seperti tidak memperdulikan saya. hingga saya bertekad jika saya sudah besar nanti saya akan mendatanginya dan saya akan menamparnya sambil berkata "Ayah Aku Ini Anak Mu, Kenapa Kamu Dulu Tidak Memperdulikan Ku?? Apa kamu Tidak Menginginkan Ku??".
Sejak sa'at itu saya isi hati saya dengan kebencian terhadap Ayah kandung saya hingga saya pun mulai melupakannya.
3 tahun berlalu saya pun mulai beranjak di bangku SMK tahun pertama sekitar tahun 2005/2006. Sepulang sekolah Ibu saya berlari dan memeluk saya, saya yang masih kebingungan pun bertanya ada apa sebenarnya. sambil menangis Ibu saya berkata bahwa Ayah saya meninggal 10 hari yang laliu. saya hanya diam, mungkin bagi orang yang merasakan kasih sayang Ayah dari kecil pasti akan mengangis sebisanya, karena saya terlanjur menanam kebencian, setitik air mata pun tak keluar. dalam benak saya hanya "kenapa kamu pergi sebelum saya menamparmu sambil berkata demikian??".

Sampai saat ini saya mulai mema'afkan dan mendoalan agar iya tenang di sana. Dan saya pun sadar, suatu saat nanti saya pun akan jadi Ayah dan saya tidak mau menjadi seperti Ayah saya ketika menelantarkan saya dan Ibu saya.


jadi ketika oprang yang di dekat saya berkata " kamu tidak mengerti jika harus hidup tanpa seorang ayah " saya hanya tersenyum dan diam saja. Tentu separuh dari hidup saya saya habiskan percuma tanpa figur seorang Ayah.


Dan sampai saat ini saya tidak tau apa rasanya kasih sayang dari seorang Ayah..


udah dulu dah udah mentok nih....

Jumat, 07 Desember 2012

KETIKA KEBOHONGAN DIBALUT DENGAN KE'EGOISAN

Saya tidak mengerti dengan sifat manusia yang memang selalu tidak sama dengan sifat saya. Beberapa minggu terakhir lalu saya dekat lagi dengan mantan pacar saya. yang dulu datangnya saya sendiri tidak pernah menyangka. dan kami putus pun dengan cara yang cukup tidak masuk akal. Kami putus dengan alasan Fokus Sekolah.(Alasan yang Sangat Klasik)
Karena saya tidak mau menghambat Jenjang pendidikannya maka saya mencoba untuk melepas nya, waktu berjalan selama 2 hari, saya mendapat kabar dari seseorang yang terpercaya, kalo dia sedang dekat dengan laki-laki lain. tentu saja saya merasa di bohongi. saya sangat marah, tapi saya sadar percuma juga saya marah. toh bukan hak saya untuk marah. saya coba untuk melupakan semuanya.

Sampai sekitar akhir 2011 lalu dia menghubungi saya dan bilang dia masih sayang dengan saya. saya yang mulai luluh masih mencari tau apa benar yang dia katakan, dan ternyata dia masih berstatus pacar orang.dan saya pun enggan untuk menyambut niat baik nya. saya hanya akan merasa terhina bila saya mau. akhirnya saya memilih untuk membantu temannya yang menderita karena di teror oleh pacar teman saya. untuk jadi pacar bayangan. dan mantan saya tau, dan dia sangat kecewa dengan saya karena menolak niat baiknya (Dibaca : Busuk) setelah semuanya berakhir, saya kembali menjadi Fajar yang biasa. tak punya pacar, atau pun teman yang biasa menuhin isi Inbox di handphone.
Di awal November yang lalu, dia menghubungi saya kembali dan menawarkan niat baiknya ((Dibaca : Busuk) lagi. dengan tegas saya menolak kalo dia masih punya pacar, lalu dia bilang dia mau putus dengan pacarnya sekarang. karena saya pikir itu benar-benar niat baik, baru saya menyambutnya dengan baik (Dengan sikap waspada dan curiga) pula sambil menjelaskan dengan perlahan apa yang terjadi sebenarnya antara saya dan teman baiknya itu. Tapi lama kelamaan saya jadi merasa bersalah ketika dia mulai mengungkit hubungan saya dengan temannya yang meminta saya jadi pacar bayangannya itu, karena saya merasa bersalah dan saya menghormatinya saya hanya diam dan menimpali dengan senyum saja.

dan lama kelama'an saya jadi merasa di pojokan dalam hubungan ini, dan saya mulai muak. kemudian saya mulai marah ketika dia mulai mengungkit lagi masalah saya dan temannya itu. dan saya mulai mengeluarkan logika saya tentang respon yang gak masuk akal dan gak sepantasnya dia lakukan.
Dan akhirnya saya sendiri lah yang mengalah, sampai saya mulai merasa ada yang ganjil dengan hubungan saya dan mantan saya.

Saya ribut masalah twitter kecurigaan saya berawal katanya udah putus tapi kok background lamanya gak di ganti.Saya minta ganti backgroundnya karena gak enak di liatnya. agak sedikit debat akhirnya katanya udah di ganti, dan ternyata belum, walau belum di ganti karena Saya merasa tidak enak akhirnya Saya diamkan, kecurigaan Saya berlanjut, Saya Tidak boleh mention ke Dia dengan alasan gak enak sama orang-orang, Dan saya juga tidak boleh Mention ke Semua Teman wanita Saya,. karena Saya menghormatinya maka Saya mengikuti apa yang dia minta.
karena kecurigaan Saya mulai menguat, Saya sengaja mention ke hampir semua teman wanita Saya Hingga dia benar-beanar marah dan murka, dan mulai memaki kata-kata yang lumayan kasar tapi tidak mention ke saya dan besok paginya terbukti dia masih punya hubungan dengan mantan pacarnya.

Dan untuk ke dua kalinya saya dibohongi sama mantan saya, dan lucunya bukanya merasa bersalah mantan saya bersikeras kalo saya yang salah dan dia merasa saya menjahati dia. dari kata itulah saya berasumsi bahwa KEBOHONGAN BALUT DENGAN KE'EGOISAN....
dan saya semakin tidak mengerti apa yang sebenarnya dia pikirkan, kenapa harus membohongi kalo dia benar-benar masih punya rasa dengan saya. apa karena Ke'egoisannya terlalu tinggi dan rasa gengsi yang terlalu besar???? 




Saya semakin tidak mengerti dengan pereasaan mereka (PEREMPUAN)

Selasa, 27 November 2012

i'll be back

huh.. hampir 9 bulan blog ini tidak saya isi, tapi kemudian saya merasa sepertinya blog saya sudah banyak sarang laba-laba dan juga gabang-gabang nya, tidak ada yang ngurus, tidak ada yang melihat, (siapa juga yang tertarik sama blog ini) saya mengerti kenapa orang tridak ada yang berkunjung ke blog saya, karena memang tidak ada yang menarik, selain hanya sebuah catatan keluh kesah saya akan dunia ini, tidak ada yang menarik. tidak seperti blog lain, yang memfasilitasi free download, entah musik gratis, video gratis, sampe mengratiskan film bokep juga ada (ini yang saya suka hehehehehe...).
Tadinya saya berniat membuat blog yang isi nya tentang materi-materi lagu yang saya buat, tapi saya terbentur sama jam kerja yang di atas standar nasional 12-15 jam sehari. jadi gak sempet untuk mengurus ini semua. tuh kan jam istirahat saya habis, tanpa bisa menulis inti dari tulisan saya ini. nanti di lanjut aja aja ya....!

Selasa, 13 Maret 2012

INI ADALAH FIKSI DAN REKAYASA, JIKA ADA KESAMAAN NAMA TEMPAT KEJADIAN, HARAP MAKLUM

rindu, kangen. kata" itu yg akhir-akhir ini ada di otak gw. gw sendiri gak ngerti apa yg gw fikirin, mencoba mencintai cewek orang. dan mengacuhkan cewek gw sendiri, mungkin kalo ada pangkatnya gw adalah cowok bajingan dengan pangkat dewa kali (*emangnya Point blank).
tapi gw jujur, sebelum gw ketemu cewek gw, gw udah suka sama cewek yg udah punya cowok itu. dalam artian cowoknya lah yg ngerebut dia dari gw (*jangan di tiru kawan, ini adalah pemikiran yg picik). sungguh miris ketika mereka udah resmi berpacaran mulut gw mulai mengucapkan pengakuan kalo gw sayang sama dia (*ini baru namanya penyesalan datang belakangan). walaupun gw sama dia masih berhubungan baik, dan sama" tau soal perasaan masing-masing. gw tetep agak gak nyaman sama hubungan yg gak jelas ini. di samaping gw ngerasa gw mendoktrin dia untuk membuat alasan palsu untuk mengelabui cowoknya (*ya, gw tau itu kejam). gw hampir menyerah karena gw gak sanggup untuk berjuang sendirian. dan gw mencoba meminta dia untuk tetap berjuang bersama gw. 
terakhir kita ketemu pada sabtu tanggal 03 januari 2011 pukul 11.30 wib. di stasiun pasar minggu. ya hanya sekedar menginstal otak gw yg hampir semua file di otak gw corupt. dan hari itu sungguh hari yg paling berkesan dalam hidup gw, semua hal yg belum pernah gw tau tentang jakarta, tapi gw jadi tau karena dia. di tambah seakan sang semesta mendukung pertemuan itu, dan itu pertemuan gw yg terakhir sama dia, bahkan sampe saat ini dia gak ada kabar ke gw. rasanya pengen gw nulis kalimat "kangen" di atas permukaan batu bata. dan gw lempar ke mukanya, biar dia merasakan betapa sakitnya gw kalo lagi kangen sama dia.


I hope you knew and to understand me

Semua Manusia Berjiwa Musik (Apa itu musisi ?)

Tuesday, 04 August 2009

Banyak pertanyaan datang ke mail saya dan menanyakan hal yang sama tentang jiwa musik, ada pula yang bertanya yang bagaimanakah jiwa musik itu. Ini tidak ditujukan untuk GRUNGE saja karena ada komunitas luar GRUNGE yang mencoba bermain dengan saya. Ok. Mudah-mudahan jawaban saya ini bisa membantu...



Musik…coba kita pikirkan apa itu musik. Dalam sejarah peradaban musik belum pernah ada yang bisa mengartikan musik secara jelas hanya dari kata-kata saja. Musik hanya akan bisa dipahami keberadaannya jika kita memasuki dunia musik itu sendiri. Ada yang melarutkan diri dalam lagu saja. Ada yang mencoba belajar lewat konsep dan alat-alat musik saja. Ada juga yang mengalami kedua-duanya, disamping menikmati juga menjadikannya proses pembelajaran.



Kita selalu mengaitkan musik dengan musisi dan penikmat. Atau ada musisi..ya ada penikmat. Sebenarnya arti kata musisi telah menjadi salah persepsi. Di era sekarang banyak individu yang menyatakan dirinya musisi hanya karena punya grup band, tau banyak lagu, bangga bisa meniru band dambaannya, bahkan ada yang beranggapan kalau ingin berjiwa musik haruslah kursus dan sekolah musik. Apakah tindakan tersebut benar? Apakah hanya dengan memiliki sebuah grup band bisa dikatakan sebagai musisi? Apakah dengan mengenal banyak lagu dan mengetahui semua jenis musik bisa menjamin seseorang berjiwa musik?



Jiwa musik sebetulnya tidak harus dicari karena seluruh individu diberikan anugerah berupa potensi berbahasa musikal. Setiap diri kita sejak lahir diberi kesempatan untuk berbahasa secara musikal. Itulah sebabnya bayi manapun bisa diajak menari, menyanyi serta mencoba mengikuti ritme atau ketukan. Coba kita pikirkan, bayi itu kan suci.



Tidak perlu sekolah musik untuk membuat seorang bayi menari. Tidak perlu belajar not balok untuk merasakan kesenangan berbahasa musikal. Hanya saja dunianya yang berbeda. Dunia remaja dan dewasa adalah dunianya kita belajar bersosialisasi dengan dunia luar yang berwarna-warni. Dimana dunia ini bukan milik musik saja.

Kita akan belajar memahami keindahan dan kepuasan jiwa kita tidak hanya didapatkan dari musik saja.



Lalu apa dong arti musisi? Apakah dengan penjelasan diatas mengartikan bahwa kita semua adalah musisi? Musisi itu ditujukan bagi individu yang berjiwa musik luar biasa. Karena jiwa musiknya istimewa bahkan terlalu istimewa sehingga menciptakan karakter dalam dirinya yang tidak memungkinkan bagi dirinya untuk berkecimpung dalam bidang lain selain musik, itulah musisi.



Musisi tidak sebatas dimiliki orang kaya. Tidak harus jebolan sekolah musik. Tidak harus menjadi terkenal. Tidak harus menjadi legenda. Coba pejamkan mata…kalau tanpa harus mengheningkan cipta segala tapi ada suara-suara musik, apapun bebunyian musiknya, itulah jiwa musik. Musisi yang sebenarnya adalah individu yang ketika berjalan, tidur, mimpi, mandi, bekerja, dimanapun dia berada, apapun yang dia lakukan selalu ditemani dengan nada-nada.



Setiap detiknya adalah nada meskipun tak ada alat musik untuk memvisualisasikannya karena setiap jejaknya adalah nada. Sayangnya, zaman sekarang yang nota bene mengharuskan kita bekerja, mencari uang, berumahtangga dan tuntutan hidup lainnya membuat jiwa musik kita terpinggirkan. Kita memang telah menjadi dewasa, tetapi kesucian ketika kita bayi itu masih ada. Sama saja ketika kita semua beranjak tidur dan menanti mimpi yang indah.


ATRTIKEL BY: TOTALFEEDBACK.COM